Senin, 22 Februari 2010

Diagnosis Kesulitan Belajar

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
Salah satu tugas utama dari lembaga pendidikan adalah menciptakan kesempatan yang seluas-luasnya serta suasana yang kondusif bagi siswa untuk dapat mengembangkan dirinya seoptimal mungkin, sesuai dengan potensi yang dimilikinya dan sesuai pula dengan lingkungan yang ada. Salah satu indikasi keberhasilan yang dapat dicapai siswa adalah terkuasainya materi yang dipelajarinya secara tuntas dan mendapatkan prestasi yang memuaskan.
Dalam kenyataan sehari-hari banyak di temui sejumlah mahasiswa yang mendapatkan prestasi hasil belajar jauh di bawah ukuran atau batas minimal yang diharapkan, misalnya angka rata-rata yang dicapai di kelas dan tingkat penguasaan yang telah ditetapkan menurut kurikulum yang ada. Disamping itu banyak juga ditemui mahasiswa yang mempunyai prestasi besar, namun kenyataan yang dijumpai hasil belajarnya lebih rendah dari apa yang diharapkan.
Pengetahuan tentang langkah-langkah diagnosis kesulitan belajar merupakan suatu upaya sistematis dalam membantu mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam belajar, mendiagnosis kesulitan belajar ialah mencari faktor-faktor penyebab kesulitan belajar yang dialami siswa dalam kegiatan pembelajaran. Maka usaha untuk menemukan sebab-sebab kesulitan belajar dinamakan diagnosis kesulitan belajar atau segala usaha yang dilakukan untuk memahami dan menetapkan jenis sifat kesulitan belajar.
Pengetahuan tentang jenis kesulitan belajar harus dijadikan dasar dalam memberikan pengajaran perbaikan. Makin tepat kita menditeksi kesulitan belajar seseorang, maka makin tepat pula merencanakan dan melaksanakan pengajaran perbaikan. Oleh karena itu setiap dosen di tuntut untuk memahami prinsip-prinsip dan langkah-langkah pokok dalam mendiagnosis kesulitan belajar, merencanakan pengajaran perbaikan, dan mencobakan dalam menolong mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam belajar.
Kedudukan diagnosis kesulitan belajar dalam pengajaran sangat penting guna menelaah, meneliti dan mencari letak permasalahan yang dialami oleh mahasiswa di dalam belajar. Sehingga dapat dirancang pengajaran yang memungkinkan mahasiswa mencapai ketuntasan dalam belajar. Ketuntasan mahasiswa menguasai materi yang dipelajarinya sebagai kriteria keberhasilan belajar.
Kemampuan yang dituntut untuk dapat melaksanakan kegiatan diagnosis kesulitan belajar adalah melakukan prosedur atau teknik dan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Identifikasi mahasiswa yang diduga mengalami kesulitan belajar dengan cara
a. Menandai dalam satu atau kelompok yang diperkirakan mengalami kesulitan melalui hasil belajar yang diperolehnya
b. Membandingkan posisi atau kedudukan mahasiswa dalam kelompok atau dengan kriteria tingkah keberhasilan yang telah ditetapkan untuk satu mata kuliah atau bahan pelajaran tertentu
2. Melokalisasi dan sifat kesulitan belajar
3. Melokalisasi faktor-faktor dan sifat yang menyebabkan mereka mengalamai kesulitan dalam belajar
4. Perbaikan kemungkinan bantuan
5. Penetapan dan cara-cara mengatasi kesulitan dalam belajar





BAB II
PEMBAHASAN


A. Mengidentifikasi Mahasiswa
Diagnosis kesulitan belajar yudi jurusan pendidikan agama islam semester IV (empat) konsentrasi sejarah kebudayaan Islam (SKI) jumlah mata pelajaran yang diambil yaitu sebanyak 10 mata kuliah diantaranya yaitu : bahasa inggris, bahasa arab, sejarah islam asia tenggara ???????????????????????????????
Hasil diagnosis belajarnya yaitu sebabai berikut

B. Melokalisasi dan sifat kesulitan belajar
Di identifikasi aspek yang mengalami kesulitan belajar terdapat pada aspek pengetahuan dan pengamatannya. Misalkan :
- Yudi pada mata kuliah bahasa inggris belum menguasai kosa kata dan grammar dalam bahasa inggris
- Hasil mid smester dalam mata kuliah bahasa inggris selalu mendapatkan nilai yang kurang memuaskan bahkan dibawah nilai rata-rata anggota di kelasnya
- Intelegensi bakat dan minat belajarnya sering tidak mengerjakan tugas
- Hasil wawancara dengan dosen misalnya ”Yudi sering terlambat dan jarang aktif di lokal”

C. Melokalisasi faktor-faktor dan sifat yang menyebabkan mereka mengalamai kesulitan dalam belajar
Yang menjadi kesulitan belajar yudi adalah sebagai berikut :
- Faktor dalam diri yudi adalah :
1. Faktor kemampuan
2. Bakat
3. Minat
4. Sikap
5. kebiasaan belajar
6. penguasaan materi pelajaran
- Faktor luar diri yudi adalah :
1. Saranan belajar
2. Dosen ’
3. Kurikulum
4. Keadaan lingkungan sekitar yang kurang mendukung
Adapun diantrara penyebab kesulitan belajar yudi adalah faktor diri dan faktor luar diri yudi tersebut adalah
- Faktor dalam diri yudi yaitu faktor sikap kebiasaan belajar yang kurang bagus diantaranya yaitu :
1. Sering tidak mengerjakan tugas
2. Tidak mau bertanya kepada dosen tentang perihal yang tidak dipahami atau yang kurang dimengeri
- Faktor luar diri yudi yaitu : faktor pemahaman yang rendah
1. Tidak memahami grammar sejak dibangku sekolah
2. Dosen mengajar terlalu cepat sehigga sulit untuk dipahami
3. Tidak punya buku pelajaran
Dari gambaran diatas maka bentuk bantuan yang paling tepat di berikan adalah
1. Koseling untuk masalah kesulitan yudi dalam memahami grammar dan kosa kata dalam bahasa inggris (pelaksana penasehat akademis)
2. Pengajaran perbaikan menjaga agar kesulitan belajar tidak di alami lagi pelaksana dosen mata kuliah

D. Perbaikan kemungkinan bantuan
Setelah di telaah tentang kesulitan belajar yang dialami yudi jenis dan sifat kesulitan dengan berkurangnya faktor-faktor yang menyebabkannya, maka perkiraan bantuan yang akan diberikan adalah sebagai berikut :
- Memberikan pengajaran perbaikan
- Bantuan yang diberikan oleh dosen mata kuliah yang bersangkutan
- Yang dilibatkan dalam pemberian bantuan bisa dengan menggunakan tutor sebaya

E. Rencana bantuan ini hendaknya berisi
1. Tata cara yang harus di tempuh untuk menyembuhkan kesulitan yang dialami oleh yudi
2. Menjaga agar kesulitan serupa yang dialami jangan sampai terulang kembali

BAB III
PENTUP


Kesimpulan
Dari hasil diagnosis kesulitan belajar diatas maka dapat di ketahui bahwa fakor-faktor kesulitan belajar pada yudi yaitu terdapat pada faktor internal dan fakor internal dari diri yudi itu sendiri, proses yang dapat diberikan dapat berupa
- pengajarn perbaikan
- bantuan di berikan oleh dosen mata kuliah yang bersangkutan dan
- yang dilibatkan dalam pemberian bantuan bisa menggunakan tutor sebaya

Saran
Diharapkan kepada yudi agar bisa belajar lebih giat lagi dan memperhatikan pelajaran yang diajarkan oleh dosen yang bersangkutan, supaya kegagalan dalam belajar tidak terulang lagi. Kemudian untuk bisa lebih aktif lagi di lokal dan bertanya apabila pelajaran atau mata kuliah yang dipelajari tidak dimengerti.
Untuk dosen pembimbing agar lebih memperhatian lagi mahasiswanya yang mengalami kesulitan dalam belajar, dan dalam menjelaskan pelajaran diharapkan lebih lambat lagi supaya mahasiswa dapat mengerti tentang apa yang di ajarkan oleh dosen tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Share it